Image of a product

Kuntowijoyo; Dilarang Mencintai Bunga-bunga - MataBangsa

2  
Rp 140,000
Rp 100,800

Menangis adalah cara yang sesat untuk meredakan kesengsaraan. Kenapa tidak tersenyum, Cucu. Tersenyumlah. Bahkan, sesaat sebelum orang membunuhmu. Ketenangan jiwa dan keteguhan batin mengalahkan penderitaan. Mengalahkan, bahkan kematian.

ㅤㅤ 

Sederhana tapi menghanyutkan, begitulah cerpen-cerpen karya Kuntowijoyo. Permasalahan sehari-hari yang diangkat membuat jalan ceritanya terasa ringan, tapi sarat makna.

ㅤㅤ 

Bertemakan kehidupan manusia yang dinamis, Kuntowijoyo mengedepankan sisi spiritualisme yang mengorek moral si tokoh utama. Salah satu cerpen yang dimuat dalam buku iniDilarang Mencintai Bunga-Bungaberkisah mengenai keakraban seorang anak lelaki dengan tetangganya, sang kakek yang menemukan makna kedamaian dan keindahan hidup dalam bunga-bunga yang dirawatnya setiap hari. Dengan keapikan kata yang dirangkai, membawa cerpen ini menjadi pemenang pertama Sayembara Cerpen Majalah Sastra pada 1968.

ㅤㅤ 

Cerpen-cerpen karya Kuntowijoyo yang tak kalah menarik lainnya, terhimpun dalam buku ini dan kami persembahkan kembali bagi para pembaca yang merindukan kisah penuh kebijaksanaan yang mampu memberikan pelajaran kehidupan tanpa menggurui.

ㅤㅤ 

Penulis: Kuntowijoyo

Kata Pengantar: Seno Gumira Ajidarma

Penerbit: Mata Angin, 2020

Kategori: Kumcer

SKU: BRD20820

Bahasa: Indonesia

Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover 

Tebal: 500 hlm l Bookpaper

Harga: 140.000

 
 :
 :
400g