TIDAK ada waktu yang tepat untuk diserang perampok jalanan. Namun, mengalami hal itu saat berusaha mengosongkan kandung kemih bisa dibilang waktu yang teramat buruk. Messalina Greycourt terpaku, tetesan urine terakhir menetes ke dalam bourdaloue porselen cantik yang ia genggam di sela kaki. Ia berdiri kikuk di dalam kereta kuda, pelayan pribadinya, Bartlett, dan anak buah pamannya yang licik, Mr. Hawthorne, bahkan belum sampai dua menit yang lalu turun dari kereta kuda untuk memberinya privasi. Suasana di luar kereta kuda sangat sepi, seolah-olah teriakan perintah, ”Diam di tempat dan serahkan barang-barang kalian!” membuat semua orang yang berada di luar ikut terpaku. Messalina menelan ludah saat berusaha mendengarkan suara apa pun Dor! Suara pistol memecah keheningan. Ia buru-buru menurunkan rok. Pintu kereta kuda tiba-tiba terbuka, dan Bartlett didorong ke dalam. Sejenak Messalina melihat wajah galak Mr. Hawthorne, mata hitamnya yang licik berkilat saat memerintahkan, ”Diam di sana.” Kemudian pintu dibanting sampai menutup diiringi suara teriakan, tembakan pistol, dan ringkikan kuda. Bartlett, yang biasanya bersikap tangguh dan praktis, menatap Messalina dengan terbelalak.
ㅤㅤ
Penulis: Elisabeth Hoyt
Penerbit: Gramedia, 2024
Kategori: Romance
ISBN: 9786020676494
SKU: BRD21234
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 11 x 18 cm l Softcover
Tebal: 488 hlm l Bookpaper
Harga: 124.000