Sik Apik Dienggo, Sik Elek Diguwang Teologi Rekonsiliasi Gerakan Sosial dan NU Masa Depan - Gading
"Gus Dur dulu membuka pintu gerbang untuk anak-anak muda supaya mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang benar-benar duduk bersama rakyat, yang bisa mendampingi, yang bisa memberdayakan seperti Mas Imam Aziz... Jadi kalau saya ditanya Gerakan Gusdurian mau apa, jawaban saya firm... kami Jaringan Gusdurian ingin melahirkan orang-orang seperti Imam Aziz..."
Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian dalam pidato sambutan pemberian Gusdurian Award untuk M. Imam Aziz (alm.) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 31 Agustus 2025
"Imam Azis adalah salah seorang terbaik yang saya kenal di Indonesia, salah seorang yang paling saya hormati, dan saya merasa beruntung pernah berteman dengannya. Kami pertama kali bertemu ketika saya mengajar di Yogyakarta pada awal 1990-an, ketika itu Imam memimpin sekelompok intelektual santri yang berafiliasi dengan NU yang kemudian berganti nama menjadi LKIS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial). Mereka menyelenggarakan seminar dan pelatihan, menerbitkan banyak buku penting dan berpengaruh, dan pada hemat saya menjadi kelompok intelektual kritis yang paling menarik di dasawarsa akhir Orde Baru."
Martin van Bruinessen, Universitas Utrecht, Belanda
"Saya berteman dengan mas Imam Aziz sejak sama-sama belum menikah, bersama dalam banyak kegiatan: di Majalah Santri, Bangkit, penulisan Ensiklopedi NU, dan di NU sendiri. Sudah nampak pemikiran-pemikiran jenius beliau. Sebagai seorang aktivis beliau mempunyai analisis sosial yang sangat tajam, bahkan sering nampak "out of box". Sosok pemberani, kalau sudah pegang prinsip, tak peduli apa kata orang."
K.H. Dr. H. A. Zuhdi Muhdlor,
Ketua Tanfidziyah PW. NU DIY, 2022-2027
"Mas Imam pernah duduk sebagai salah satu ketua PBNU selama 10 tahun. Dia juga pernah menjadi Staf Khusus Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin selama lima tahun. Saat itu, tentu orang memandang bahwa Mas Imam sudah menjadi bagian dari elit kekuasaan. Namun ada hal yang sangat berbeda ketika Mas Imam ada di lingkaran kekuasaan dengan banyak kawan-kawan segenerasi aktivis yang ada di sana. Mas Imam tetap menggunakan kekuasaannya untuk mengadvokasi yang lemah."
Made Supriatma, Visiting Fellow,
ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura
"Almarhum Mas Imam Aziz sangat merakyat dalam pergaulan. Yang terkesan mendalam ialah pemikiran beliau tentang memorialisasi, guna mencegah pelanggaran berat hak-hak azasi terulang. Mas Imam adalah seorang tokoh politik hak hak azasi manusia utama dari generasinya."
Marzuki Darusman, Mantan Jaksa Agung dan Pelapor Khusus PBB
Penulis: M. Imam Aziz
Penerbit: Penerbit Gading, 2026
Kategori: nonfiksi
ISBN: 6213596745093
SKU: BRD26458
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 17 x 25 cm
Tebal: xiv + 228 hlm
Harga: 145000

