Karl Popper dan Epistemologi Pemecahan Masalah - Gramedia
Dua fenomen pokok dalam bidang pengetahuan ialah bahwa kita memiliki cukup banyak pengetahuan, tetapi sekaligus menyadari tidak terbatasnya ketidaktahuan kita. Menurut Karl Popper, pengetahuan bertolak dari ketegangan antara dua fenomen tersebut. Titik pangkal pengetahuan adalah problem, bukan pengamatan atau pengumpulan fakta. Untuk mendalami suatu hal, lebih bermanfaat mempelajari bentrokan opini mengenai hal tersebut daripada membuat pengamatan ke sana kemari tanpa tahu persoalannya.
Menurut Karl Popper, setiap teori, gagasan, atau tindakan merupakan suatu upaya pemecahan problem tertentu. Sebagai suatu solusi tentatif, teori atau gagasan harus dikritik untuk ditemukan kesalahannya. Lewat kritik, akan muncul problem baru yang tak terduga.
Pada gilirannya, problem baru itu menantang untuk dipecahkan dengan teori atau gagasan baru. Dengan demikian, pertumbuhan pengetahuan merupakan proses koreksi atas suatu teori yang satu oleh yang lain dalam usaha pemecahan problem yang tak ada habisnya. Di situ tampak bagaimana Karl Popper mengoperasionalkan wawasan yang mendalam atas falibilitas pengetahuan manusia dengan suatu teori metodologis. Dengan menggabungkan secara kritis tradisi empirisme dan rasionalisme, epistemologi pemecahan masalah menurut Karl Popper menampilkan ciri-ciri objektif, rasional, kritis, pluralistis, tetapi juga realistis sekaligus imajinatif.
Penulis: Alfons Taryadi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Pertama 1989 (Cetakan Kedua 1991)
Kategori: Buku Non-Fiksi / Filsafat / Epistemologi
ISBN: 9786020690094
SKU: BRD26471
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm
Tebal: 256 hlm
Harga: 114000

