Mengelola Destinasi untuk Penghidupan Berkelanjutan - UGM Press
Apakah urusan pengembangan destinasi hanya soal ketersediaan atraksi dan jumlah wisatawan yang terus meningkat cepat? Apakah jika atraksi terus bertambah dan berbagai sumber daya terus diekspolitas maka destinasi semakin berlanjut? Lalu di mana jaminan bahwa aset penghidupan masyarakat lokal dapat berlanjut? Di era sekarang, di mana destinasi dipacu terus memaksimalkan daya tarik untuk mencapai target ekonomi, ada risiko terkikisnya aset penghidupan masyarakat lokal lebih cepat. Risiko ini mengandung bahaya bagi destinasi: tersisihnya jaminan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat lokal yang, boleh jadi, bersamaan dengan penurunan daya tarik destinasi tersebut.
Penulis membahas isu ini dengan cermat. Destinasi sangat rentan dengan berbagai perubahan eksternal, mulai dari wabah, krisis ekonomi dan politik, hingga krisis iklim. Karena itu, manajemen yang efektif menjadi hal yang mutlak di destinasi. Basis destinasi adalah aset penghidupan masyarakat lokal, sehingga tidak ada alasan logis untuk mengabaikan, bahkan menjamin keberlanjutannya dalam pengembangan destinasi.
Mengelola Destinasi untuk Penghidupan Berkelanjutan berisi arahan dan pemikiran kritis tentang bagaimana pemangku kepentingan sebaiknya memperlakukan atau bertindak secara lebih tepat di dalam pengembangan destinasi untuk penghidupan masyarakat lokal dan kepuasan wisatawan secara berlanjut. Kedua hal ini sama penting untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan pengembangan destinasi.
Penulis: Janianton Damanik dan Frans Teguh
Penerbit: UGM Press
Kategori: Nonfiksi
ISBN: 9786233597494
SKU: BRD26898
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 15.5 x 23 cm | Softcover
Tebal: xvi + 202 hlm | Bookpaper
Harga: Rp 101000

