Kawruh Begja Sawetah Pengetahuan Hidup Bahagia Ki Ageng Suryomentaram - Narasi
Ki Ageng Suryomentaram atau Pangeran Haryo Suryomentaram, adalah putra Sultan Hamengkubuwono VII yang semenjak kecil sudah mendapatkan fasilitas dan kenyamanan berlebih sebagai seorang bangsawan: kekayaan melimpah, jabatan tinggi, dan kehormatan. Namun justru kondisi ini malah membuatnya gundah. Dia memohon agar gelar "pangeran" yang disandangnya dicabut saja, tapi ditolak olah sang ayahanda.
Pangeran pun pergi meninggalkan istana setelah membagi-bagikan hampir semua harta kekayaan kepada pembantunya. la pergi hingga ke Cilacap, menamai diri sebagai Natadangsa. Sultan HB VII marah dan mengutus para pejabat untuk mencarinya, hingga akhirnya ketemu di Kroya, di mana Natadangsa tengah bekerja sebagai buruh penggali sumur.
Setelah wafatnya sang ayahanda, keinginannya untuk melepas gelar bangsawan terkabul. la pergi ke Desa Bringin (dekat Salatiga) dan menetap di sana sebagai petani. Kehidupan baru yang sederhana sebagai rakyat jelata justru membuatnya nyaman. Dia pun dikenal sebagai Ki Ageng Suryomentaram, yang terus mencari makna bahagia.
Buku Kawruh Begja Sawetah ini adalah salah satu isi ceramah Ki Ageng Suryomentaram tentang konsep bahagia. "Kawruh jiwa ini bukan agama, juga bukan pelajaran tentang baik buruk," kata Ki Ageng. "Juga bukan ajaran." Ini adalah salah satu metode untuk meraih rasa bahagia, khas cara orang Jawa.
Penulis: Ki Ageng Suryomentaram
Penerbit: Lingkaran, 2026
Kategori: Budaya
ISBN: 9786239385583
SKU: BRD26920
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 x 19 cm l Softcover
Tebal: x + 82 hlm | Bookpaper
Harga: 65.000

