Peran Arab-Muslim dalam Penemuan Dunia Baru oleh Bangsa Eropa - Alvabet
Pengetahuan umum menyebut bahwa Christopher Columbus (1451-1506), penjelajah laut dan navigator ulung dari Genoa, Italia, adalah orang pertama yang menemukan benua Amerika yang disebut sebagai “Dunia Baru”. Namun, sejumlah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa bukan dia orangnya. Jauh sebelum dia, bahkan berabad-abad sebelumnya, bangsa Arab dengan keahlian maritim dan aktivitas perdagangannya ke tempat-tempat yang jauh melewati lautan telah menginjakkan kaki di sana; ada bukti-bukti sejarah dan arkeologisnya.
Ide Columbus untuk menjelajahi lautan menuju Asia (India) melalui rute yang berbeda dari para penjelajah Eropa yang lebih memilih menyusuri pesisir Afrika seperti dilakukan Bartolomeu Dias (Portugis), juga bukan sebuah perjudian atau aksi nekat tanpa rujukan. Ide itu didasarkan pada sumber-sumber informasi yang meyakinkan, buku-buku geografi detail, dan peta-peta wilayah yang akurat karya para geografer Arab-Muslim. Melalui mereka, Columbus begitu yakin akan sampai ke India, meski harus melewati samudra (Atlantik) yang asing dan dikenal sangat berbahaya.
Buku ini, yang merupakan hasil penelitian ilmiah penulisnya, menjelaskan bagaimana peran para ilmuwan Arab-Muslim ahli geografi, seperti al-Idrisi dengan peta dan globe buatannya, telah meyakinkan Columbus untuk melakukan penjelajahan laut lewat rute baru yang berbeda dari para pelaut Portugis. Dengan sumber-sumber Arab-Muslim itu juga ia berhasil meyakinkan penguasa Spanyol, Raja Ferdinand II dan istrinya Ratu Isabella, untuk mendanai perjalanannya. Keyakinan Columbus terbukti. Ia menemukan Dunia Baru itu yang menandai era modern sekaligus menjadi tonggak kebangkitan Eropa yang mengubah sejarah dunia dan umat manusia.
Penulis: Dr. Fahmi Taufik Muqbil
Penerbit: Alvabet, 2026
Kategori: Sejarah Islam
ISBN: -
SKU: BRD26982
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 x 20 cm l Softcover
Tebal: 346 hlm | Bookpaper
Harga: 104.000

